6 Tips Ampuh Anak Cerdas Berprestasi Sejak SD

Mengajarkan Baca Sejak Usia Dini

Keberhasilan belajar sejak SD dimulai dari kemampuan baca tulis sejak usia dini. Menumbuhkembangkan minat baca anak pada usia dini adalah faktor utama untuk menanamkan kecerdasan anak, karena jika anak dapat membaca sejak usia dini, maka hal itu dapat membuka wawasan mereka lebih jauh lagi.

Pada usia balita dan anak sudah dapat diajak bicara, orang tua sudah dapat mulai memperkenalkan huruf secara bertahap, satu huruf setiap harinya. Bahkan sebelum anak mampu berbicara dengan lancar, anak sudah dapat menjawab misalnya melalui isyarat tangannya. Anak yang sudah diasah kemampuan berpikirnya sejak usia dini cenderung menjadi cerdas sejak memasuki sekolah dasar.

Pada usia dini, anak akan lebih banyak melakukan sesuatu sesuai nalurinya. Mereka lebih banyak menyukai kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, penuh keceriaan, dan identik dengan nilai-nilai permainan. Oleh karena itu, hal pertama kali yang harus kita lakukan adalah menciptakan suasana yang nyaman. Jadikan kegiatan belajar membaca sebagai sebuah kegiatan yang membuat mereka senang dan gembira, bukan sebaliknya sebagai sebuah kegiatan yang membebani pikiran mereka.

Menanamkan Adab & Akhlak

Adab dan akhlak adalah kunci dalam menuntut ilmu. Dengan memperhatikan adab, anak akan menjadi mudah dalam meraih ilmu.

Adab dalam menuntut ilmu diantaranya yaitu diam ketika pelajaran disampaikan, dan mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan oleh guru. Selain itu, anak perlu diajarkan agar tidak sombong dan tidak pemalu dalam belajar. Sombong dan malu menyebabkan anak tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam diri anak.

Membantu Kesulitan Belajar Anak

Dalam proses belajar, setiap anak pasti pernah mengalami kesulitan dalam memahami, termasuk anak yang pandai sekalipun. Namun, tidak banyak anak yang bisa maupun berani menyampaikan kepada guru di sekolah semua materi yang belum dipahaminya. Anak perlu dibantu untuk menuntaskan pemahaman materi sekolah yang ia merasa kesulitan..

Bimbel klasik bisa menjadi salah satu langkah yang banyak diambil orang tua sebagai tambahan belajar bagi anak. Namun, bimbel klasik mungkin bukan solusi yang tepat jika hanya akan menambah beban siswa dan menyebabkan anak kurang istirahat, sementara bukan itu permasalahannya dan anak tetap dalam kebingungannya dalam pelajaran di sekolah.

Baca Juga:  ULTICAMP UTBK SBMPTN 2020

Orang tua di rumah harus memantau materi apa saja yang belum dimengerti anak. Sebisa mungkin orang tua juga dapat membantu kesulitan anak sehingga anak tidak mengalami ketertinggalan pelajaran di sekolah. Namun, kesibukan bekerja menyebabkan banyak orang tua yang tidak dapat mengkhususkan waktu mengajar di rumah untuk buah hati.

Jika orang tua tidak bisa mengajar anak secara langsung, mendatangkan guru les ke rumah dirasa menjadi solusi paling efektif. Guru les privat berperan penting dalam mengulang pelajaran di sekolah untuk memastikan materi apa saja yang belum dipahami anak dan membantu menuntaskan pemahaman anak. Untuk mengajar anak SD, pilih Guru Les Privat yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sabar dan telaten dalam mengajar, bersahabat, ceria, dan menyukai anak-anak.

Membentuk Kebiasaan Belajar yang Baik

Anak perlu dilatih disiplin dengan menentukan kapan waktu untuk bermain dan kapan waktu untuk bermain bagi mereka. Anak-anak diajarkan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat pekerjaan rumah dari sekolah atau akan menghadapi ulangan. Setiap hari anak-anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. Dan diberikan pengertian kapan anak-anak mempunyai waktu untuk bermain.

Jika orang tua siswa mendatangkan guru ke rumah, orang tua harus memilih Guru Les Privat yang Disiplin dan tepat waktu. Hal ini penting agar bisa mendisiplinkan waktu belajar anak dan bisa menjadi contoh disiplin yang baik bagi anak. Tidak mudah memang mencari guru les privat yang sempurna dalam segala hal. Namun, disiplin menjadi poin penting yang harus diperhatikan.

Untuk mendapatkan guru yang disiplin, pilih bimbingan les privat yang concern dalam hal kedisiplinan. Bimbingan les privat yang memperhatikan kedisiplinan karyawannya akan memantau absensi karyawanannya, termasuk mengembangkan sistem absensi yang dapat memonitor waktu kehadiran karyawannya.

Baca Juga:  Cerdas Memilih Bimbel Privat Untuk Anak

Membatasi Gadget & TV

Dalam era digital saat ini, gadget merupakan distraksi terbesar. Jangankan anak-anak SD yang mudah hilang konsentrasi, mahasiswa saja akan mengakui bahwa gadget sangat mengganggu konsentrasi belajar. Oleh karena itu orang tua harus membatasi penggunakan gadget dengan mengambil alih gadget anak pada jam belajar. Pada jam belajar, anak tidak diperbolehkan memegang gadget.

Dalam membatasi gadget dan TV, orang tua juga harus konsekuen dan memberikan contoh yang baik. Jangan sampai melarang menonton TV tapi orang tua sendiri yang malah menonton TV atau streaming Youtube. Jangan sampai melarang anak bermain gadget tetapi orang tua sendirilah yang sibuk dengan gadget di depan anak pada jam belajar anak.

Belum Diperbolehkan Pacaran

Pada usia sekolah dasar, anak juga hendaknya belum diperbolehkan pacaran. Pacaran bagi anak usia sekolah dasar dapat berdampak buruk bagi perkembangan mentalnya, dan pastinya sedikit banyak akan berpengaruh pada belajarnya. Fenomena pacaran bagi anak SD perlu diwaspadai apalagi karena perkembangan media sosial seperti FacebookWhatsapp, dan Instagram anak dapat dengan mudah kenal dan dekat dengan orang lain.

Banyak kasus anak SD pacaran yang berakibat pada menurunnya nilai mata pelajaran. Karena terlalu sibuk chatting dengan pacarnya atau stalking orang yang mungkin merebut pacarnya, anak jadi lupa mengerjakan PR-nya. Di sekolah juga mungkin anak kesulitan berkonsentrasi karena pikirannya melayang ke mana-mana.

Anak-anak yang pacaran sebelum berusia 12 tahun berpotensi lebih sering berbohong karena biasanya anak malu atau takut menceritakan kepada orang tua tentang pacarnya. Supaya anak bisa lebih terbuka, orang tua khususnya Ibu bisa mengajak anak mengobrol dengan hangat. Pancing anak dengan menceritakan berbagai hal tentang Ibu sendiri. Misalnya pacar pertama Ibu atau pengalaman kencan yang tak terlupakan. Anakpun jadi lebih percaya pada Ibu dan bisa lebih terbuka.

Baca Juga:  5 Cara Membuktikan Integritas Diri Bagi Seorang Pendidik

Dalam membatasi hubungan anak, orang tua bisa memberikan pengertian yang bisa dicerna anak. Jangan hanya melarang dengan kata-kata, “Pokoknya anak kecil tidak boleh pacaran, nanti saja kalau sudah lulus SMA!”.

Bagaimana jika Anak sudah mulai terlanjur berpacaran? Selalu pantau keberadaan anak dan dengan siapa saja ia sedang bermain. Bujuk anak untuk mengundang sahabat-sahabat dan si teman dekat anak untuk main ke rumah. Dengan begitu, orang tua bisa mengenal dan menilai sendiri secara langsung. Mintalah nomor telepon orang tua masing-masing supaya orang tua lebih mudah memantau anak kalau tidak bisa dihubungi. Namun, tetap berikan anak keleluasaan untuk bergaul. Terlalu mengekang anak justru bisa membangunkan sifat pemberontak dalam diri anak.

Hal yang terpenting dalam mencegah anak berpacaran adalah berikan kasih sayang dan perhatian untuk anak. Orang tua hendaknya tidak hanya memperhatikan kebutuhan jasmaninya saja tetapi juga memperhatikan kebutuhan rohani dan psikologis anak. Ketika orang tuanya penuh perhatian, anak tidak akan mencari perhatian dan kasih sayang di luar rumah.

Insan Cerdas
Latest posts by Insan Cerdas (see all)

6 Tips Ampuh Anak Cerdas Berprestasi Sejak SD

Scroll to Top